Bhawana Jaya

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

"Mereka Ada Karena Kita Jaga"

>> Minggu, 04 Agustus 2013

EDELWEISS (Anapalish Javanica

delweiss (Edelweis Anaphalis javanica) Mungkin banyak orang sudah tahu apa itu edelweiss. Yah, edelweiss adalah salah satu bunga yang hanya ditemukan di daerah pegunungan yang tingginya diatas 3000 mdpl. Edelweiss biasa dijuluki dengan nama bunga abadi. Mengapa? Karena bunga ini dapat bertahan hidup bertahun-tahun dan tak pernah layu. Biasanya para pendaki gunung mencari bunga ini. tetapi keberadaannya saat ini sangat langka. “Edelweiss ada karena kita jaga”.
Bentuk bunga edelweiss sendiri bemacam-macam. Ada yang berbentuk seperti alang-alang dan juga ada yang berbentuk seperti bunga kol. Tetapi pada umumnya yang sering ditemui adalah edelweiss yang berbenruk seperti bunga kol. Biasanya para pendaki mengambil dan merangkainya seperti bunga kol dan dijadikan sebagai hiasan. Sebagai pendaki yang baik,jangan lakukan itu ya? “Mereka ada kerena kita jaga”. Edelweiss juga memiliki ragam warna yang berbeda. Yang berbentuk seperti alang-alang biasanya berwarna coklat, sedangkan yang berbentuk seperti bunga kol memiliki warna kunig,ungu,dan masih banyak lagi warna edelweiss yang eksotik.

Read more...

Solusi Pemanasan Global menurut Al Gore

>> Selasa, 01 November 2011

12 Hal Yang Bisa Anda Lakukan SEKARANG
oleh Al Gore



Pemanasan global tidak mengenal batas dan mempengaruhi kita semua. Kita masing-masing punya alat untuk membuat perbedaan. Tindakan kecil oleh miliaran orang akan membantu mengatasi krisis iklim kita.

Ingin membantu menghentikan pemanasan global?

Berikut ini selusin hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan, plus jumlah karbon dioksida yang Anda kurangi.

Mengganti lampu

Mengganti satu lampu pijar biasa dengan lampu pendar akan menghemat 150 pon (67,5 kg) karbon dioksida per tahun.

Berkendara lebih sedikit

Lebih seringlah berjalan kaki, bersepeda, atau naik angkutan umum. Anda akan menghemat satu pon (0,45 kg) karbon dioksida untuk setiap satu mil (1,6 km) yang Anda tempuh!

Lakukan lebih banyak daur ulang

Anda bisa menghemat 2.400 pon (1.080 kg) karbon dioksida per tahun dengan mendaur ulang hanya separuh dari sampah rumah Anda.

Periksa tekanan angin ban mobil Anda

Menjaga tekanan angin ban mobil Anda sesuai dengan kendaraan Anda dapat menghemat bahan bakar lebih dari 3%. Setiap galon (3,78 liter) bensin yang dihemat mencegah lepasnya 20 pon (9 kg) karbon dioksida ke atmosfer!

Kurangi penggunaan air panas

Perlu banyak energi untuk memanaskan air. Gunakan lebih sedikit air panas dengan memasang pancuran mandi beraliran-pelan (350 pon atau 157,5 kg karbon dioksida yang dihemat per tahun) dan mencuci pakaian Anda dalam air dingin atau hangat (500 pon atau 225 kg yang dihemat per tahun).

Hindari produk yang dibungkus terlalu banyak

Anda dapat menghemat 1.200 pon (540 kg) karbon dioksida bila Anda mengurangi sampah Anda 10%.

Setel alat pengatur suhu Anda

Dengan hanya menurunkan alat pengatur suhu ruang Anda sebesar 2 derajat pada musim dingin dan menaikkan 2 derajat di musim panas, Anda dapat menghemat 2.000 pon (900 kg) karbon dioksida setahun.

Tanam sebuah pohon

Satu buah pohon akan menyerap satu ton karbon dioksida sepanjang hidupnya.

Matikan peralatan elektronik

Dengan hanya mematikan televisi, DVD player, radio, dan komputer Anda ketika Anda tidak menggunakannya akan menghemat ribuan pon karbon dioksida per tahun.

Cobalah Senin Tanpa Daging

Menghilangkan daging satu hari per minggu dapat menghemat lebih dari 35.000 galon air (132.300 liter air). Melenyapkan daging dari kebiasaan makan Anda secara total akan menghemat 5.000 lbs (2.250 kg) emisi karbon per tahun.

Cabut kabel dari stop kontak

Mencabut kabel pengering rambut, charger HP, oven roti dari stop kontak ketika tidak digunakan dapat menghemat hingga 20% penggunaan energi rumah.

nah, mungkin buat kita yang memang mengaku cinta pada alam dan lingkungan, mari kita lakukan hal itu, tak perlu semuanya. lakukan yang bissa anda lakukan untuk menjaga bumi kita di masa depan . kita sahabat bumi :)

Read more...

Mendaki Gunung dan Pembentukan Karakter


Banyak orang menganggap mendaki gunung adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang tertentu saja dan efeknya pun bersifat subjektif. Bahasa kasarnya, mendaki gunung adalah kegiatan bagi orang-orang yang “ kurang kerjaan “. Begitu skeptisnya pandangan banyak orang sehingga pendakian gunung sering dipandang kegiatan bagi sebuah komunitas saja.

Banyak yang bertanya “apa sih manfaatnya? Atau banyak yang bilang “ ah..Mereka Cuma cari sensasi “. Selain faktor keselamatan dimana pendakian gunung adalah sebuah kegiatan yang beresiko keselamatan jiwa sehingga banyak orang tua yang “belum mendukung” kegiatan putera-puterinya.
Tapi kegiatan pendakian gunung sejatinya adalah kegiatan yang sangat positif. Tentunya jika dilakukan dengan benar dan tepat. Berikut kita akan membahas pembentukan karakter melalui pendakian gunung yang mungkin pernah kita rasakan akan tetapi belum diresapi.

Salah satu efek dari orang mendaki gunung adalah menyehatkan. Sehat Fisik, Sehat mental ,sehat spiritual, dan membentuk nasionaslime yang sehat pula. Soe Hok Gie salah satu aktivis remaja Indonesia yang banyak menghabiskan waktunya diatas gunung mengakui bahwa pemuda yang sehat akan dapat berguna bagi bangsanya karena didalam tubuhnya terpancang nasionalisme yang sehat. Proses penyehatan ini tidak dapat dilakukan dengan hanya dengan slogan, hipokrasi atau dewasa ini melalui kesenangan-kesenangan semu.
Pernah nggak agan sekalian jika mendaki gunung merasakan setiap sifat asli kita muncul ke permukaan tanpa disadari. Di tengah beratnya beban yang di panggul, di tengah lelahnya tubuh, maka akan muncul sikap Egois, putus asa, apatis, mau menang sendiri,manja,mengeluh,menyesal..semuanya jadi satu. Disinilah letak pembentukan karakter tersebut. Setelah menyadari karakter itu muncul ke permukaan maka yang kita lakukan adalah mengendalikannya. Ya , mau tak mau di atas gunung kita harus mengendalikannya. Contohnya jika kita memiliki sikap apatis atau egois.
Kita sadar dalam perjalanan di atas gunung yang terpenting adalah kerjasama tim. Mungkin sekilo, dua kilo meter semuanya masih bisa jalan bersama, akan tetapi untuk kilo kilo berikutnya maka banyak team yang sudah terpencar. Ada yang anggota tim yang lemah dan ada yang kuat. Sering terjadi bencana kecelakaan dan tersesat adalah disaat tim terpisah-pisah dan terpencar. Nah disini “keapatisan” kita di uji. Jika kita berada di posisi yang kuat maka kita akan terganggu dengan gerak rekan kita yang lemah, kita akan merasa gerak rekan kita itu hanya mengahambat, merepotkan, maka kita akan mengambil sikap untuk meninggalkannya. Atau jika kita kita berada diposisi yang lemah, maka kita akan manja, menonjolakan kelemahan kita, dan tidak mau mengimbangi gerak tim. Disinilah semua di uji.
Jika sikap sikap itu tidak dikendalikan, maka bisa membahayakan jiwa masing masing. Salah satu contoh lagi, jika kita di tugaskan menjadi sweeper..eh sudah mau sampai puncak ada anggota tim yang ngedrop dan harus di bawa turun.,maka kita akan bertengkar dengan diri kita sendiri melawan ego untuk merelakan puncak demi tim.


Selain itu kemampuan manajerial baik fisik, logistik, waktu dan bahkan stress di uji ketika naik gunung. Semakin banyak pengalaman kita di gunung maka tingkat manajerial itu akan sangat terasah dan bisa kita bawa ke kehidupan kita sehari hari.
Nah, Mendaki gunung ternyata bukan kegiatan mubadzir, bukan kegiatan yang kurang kerjaan.tapi sebaliknya kegiatan pendakian gunung adalah kegiatan yang sangat tepat untuk menemukan dan mengenali diri kita sendiri serta orang lain yang tentu tidak akan kita dapat pada kegiatan yang lain. Tentu jika kita melaksanakannya dengan baik dan benar.

Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP